Haru Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat Siap Kirim Siswa ke Luar Negeri

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 131 kabupaten/kota di Indonesia. Peresmian ini berlangsung di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada tanggal 12 Januari 2026 dan merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Mulai beroperasi sejak Juli 2025, Sekolah Rakyat ini dirancang dengan kapasitas masing-masing untuk seribu siswa. Dalam rencananya, pemerintah berambisi untuk mendirikan total 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029, memastikan pendidikan menjadi hak yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa penting bagi pendidikan untuk menjangkau mereka yang berada di desil 1 dan 2, dimana kemiskinan ekstrem paling banyak terjadi. Ia mengatakan, “Hari ini kita berhasil melihat dan meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029. Insya Allah akan tercapai.”

Komitmen Pemerintah dalam Pengentasan Kemiskinan Melalui Pendidikan

Prabowo mengungkapkan komitmennya untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem sebelum masa jabatannya berakhir pada tahun 2029. Ia meyakini bahwa perubahan nyata dapat terjadi, terutama bagi kelompok masyarakat yang paling rentan. Dengan begitu, pendidikan menjadi salah satu solusi efektif untuk mencapai tujuan tersebut.

“Cita-cita saya di akhir masa jabatan saya tahun 2029 adalah mengubah nasib mereka yang berada dalam kemiskinan ekstrem,” tambahnya. Prabowo menunjukkan keyakinan bahwa pengurangan kemiskinan bisa terlaksana jika fokus pada pendidikan dipertahankan.

Dalam pidatonya, ia mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian yang diraih oleh Sekolah Rakyat. “Saya sangat terharu. Mudah-mudahan kamera nggak menuju ke saya tadi. Sulit saya tahan air mata juga,” katanya saat melihat semangat siswa-siswi Sekolah Rakyat.

Pentingnya Kolaborasi dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas

Prabowo juga menyampaikan bahwa keberhasilan proyek Sekolah Rakyat tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga terkait. Dia menyebutkan bahwa langkah ini adalah sebuah terobosan yang berani dan perlu dicontoh oleh semua pihak untuk membangun generasi yang lebih baik.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur dari semua kementerian dan lembaga yang bekerja keras mewujudkan langkah terobosan ini,” ungkapnya. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk kebaikan bersama.

Lebih jauh, Prabowo menyatakan bahwa pendidikan adalah investasi penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. Namun, ia juga menekankan pentingnya alokasi anggaran yang tepat agar dana pendidikan dapat dipergunakan sesuai kebutuhan.

Dukungan BNI dan Peran Strategis dalam Implementasi Sekolah Rakyat

Bank Negara Indonesia (BNI) berperan signifikan dalam mendukung operasional Sekolah Rakyat. Melalui penyediaan layanan keuangan dan teknologi, BNI membantu dalam memastikan bahwa sistem pengelolaan pendidikan berjalan dengan baik. Ini termasuk penyediaan Agen46 Mini Bank dan sistem transaksi cashless menggunakan QRIS.

BNI juga mendukung pengelolaan penyaluran dana dari Kementerian Sosial ke setiap sekolah. Dengan sistem ini, pengelolaan keuangan menjadi lebih transparan, sekaligus meningkatkan akuntabilitas di publik.

Melalui inovasi ini, pemerintah berharap bahwa Sekolah Rakyat dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang efisien dan efektif. Keberadaan layanan keuangan yang terintegrasi di sekolah-sekolah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa.

Related posts